Apresiasi 2013

Apresiasi Peningkatan Manajemen, Organisasi dan Administrasi
Jabatan Fungsional Pustakawan Lingkup Kementerian Pertanian
Tahun 2013

Dalam rangka meningkatkan kompetensi fungsional pustakawan, PUSTAKA pada tahun anggaran 2013 telah mengadakan kegiatan  “Apresiasi Peningkatan Manajemen, Organisasi dan Administrasi Jabatan Fungsional Pustakawan Lingkup Kementerian Pertanian Tahun 2013”. Kegiatan dilaksanakan di Hotel The Green Gadog Bogor dari hari Selasa sampai dengan Kamis, 23 – 25 April 2013.

Kegiatan ini bertujuan untuk a) Meningkatkan pemahaman bagi pustakawan lingkup Kementerian Pertanian tentang peraturan dan undang-undang kepustakawanan serta tata cara pengajuan laporan kegiatan dan teknik pengumpulan angka kredit yang efektif  dan b) Meningkatkan tanggung jawab, kewajiban dan hak-haknya sebagai pejabat fungsional Pustakawan dalam menjalankan tugas pada profesinya sehingga lebih berdayaguna dan berhasilguna.

Apresiasi dibuka oleh Ibu Kepala PUSTAKA pada pukul 13.30 WIB. Pembukaan dihadiri oleh para Kepala Bidang lingkup PUSTAKA dan Kabag Umum Badan Litbang Pertanian. Narasumber yang menjadi pembicara antara lain Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Bpk Dr Kasdi Subagio, Bapak Kepala Biro OKE Kemtan, Drs Winarhadi MM. Bpk Drs Bambang Sankarto, MIM, Ketua Sekretariat TPJP Hadi Purnama SE, Dra Etty Andriaty MS, Dra Tuti Sundari. MSi, Hendrawaty MS. dan Ir Eka Kusmayadi, M.Hum.

1 2

Apresiasi diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri atas 21 orang calon pustakawan dan 9 orang pustakawan. Mereka berasal dari Badan Litbang Pertanian 23 orang, BPSDMP 5 orang dan Ditjen Hortikultura 1 orang.Materi yang disampaikan terdiri atas, a) Peran dan fungsi Pustakawan mendukung penelitian dan pengembangan pertanian, b) Jabatan Funsional Pustakawan: Tantangan dan Peluang, c) Angka Kredit dan Jabatan Fungsional Pustakawan, d) Sosialisasi UU no 43/2007 tentang  Perpustakaan dan kompetensi Pustakawan, e) Mekanisme, Prosedur dan Tata cara penyusunan dokumen serta Pengusulan DUPAK, f) Teknik Perolehan Angka Kredit, g) Pengenalan aplikasi sistem penyusunan dan pengiriman Dupak secara Online, h) Perkembangan dan Tantangan Perpustakaan Digital Kementerian Pertanian dan i) Pemanfaatan Milis dan Forum Pustakawan Kemtan.Dari hasil kegiatan ini diperoleh rumusan sebagai berikut :

  • Pustakawan menurut UU No,43/2007 tentang Perpustakaan adalah seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Sedangkan menurut Peraturan Kepala Perpusnas RI No 2/2008 bahwa pustakawan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpusdokinfo di instansi pemerintah dan atau unit tertentu lainnya.  Kedua pengertian tersebut tidak ada perbedaan, namun dalam penerapannya bagi jabatan fungsional Pustakawan digunakan pengertian berdasarkan Peraturan Kepala Perpusnas RI karena lebih operasional;
  • Pedoman pelaksanaan tugas pustakawan mengacu pada Kepmenpan No 132/2002 dan Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No.23 dan 21 tahun 2003 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI No.2/2008 tentang Petunjuk teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Dokumen tersebut pada intinya mengatur kegiatan pustakawan khususnya tugas pokok, kegiatan utama dan penunjang, serta hal-hal yang berkaitan dengan pengangkatan, pemberhentian, dan penilaian hasil kerja pustakawan. Oleh karena itu seluruh pustakawan wajib memahami isi dokumen tersebut dengan baik.
  • Bagi sebagian calon pustakawan Isu mendasar yang terus berkembang adalah adanya kebutuhan untuk mendapatkan kesempatan diklat penyetaraan, agar bisa menjadi pustakawan karena kesempatan diklat tersebut sangat terbatas; Untuk itu perlu diupayakan cara-cara terbaik untuk mengatasi kebutuhan tersebut melalui kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait;
  • Sehubungan dengan jumlah pejabat fungsional pustakawan yang masih belum memadai dengan kebutuhan pengelolaan perpustakaan di UK/UPT, maka PUSTAKA diharapkan segera menyusun “critical mess” pustakawan di Badan Litbang Pertanian.
  • Untuk mengembangkan kompetensi dan karier pustakawan, maka Badan Litbang Pertanian akan mengakomodasinya melalui pendidikan formal dan pelatihan di bidang perpustakaan. Oleh karena itu, identifikasi terhadap kondisi pejabat fungsional pustakawan yang ada sekarang “state of the art” harus segera dilakukan.
  • PUSTAKA mempunyai tanggungjawab terhadap pembinaan perpustakaan di Kementerian Pertanian. Oleh karena itu identifikasi terhadap para pustakawan di 164 unit kerja lingkup Kemtan dan sosialisasi  keberadaan fungsional pustakawan harus segera dilaksanakan. Untuk hal tersebut, maka PUSTAKA harus berkoordinasi dengan Biro OKE dan BPPSDMP.
  • Pada dasarnya setiap perpustakaan memiliki fungsi informatif, edukatif, reset, dan rekreatif, termasuk juga perpustakaan khusus. Oleh karena itu para pustakawan harus mampu mengantisipasi perubahan minat masyarakat tentang kebiasaan berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan harus secara proaktif menjangkau pengguna dimana pun mereka berada. Fungsi rekreatif dari sebuah perpustakaan juga harus dikembangkan agar perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk digunakan oleh masyarakat;
  • Perubahan minat masyarakat pengguna harus direspons dengan baik oleh para pustakawan melalui pilihan-pilihan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu kemampuan setiap perpustakaan harus ditingkatkan dari sisi koleksinya, SDM dan sarana/prasarananya terutama melalui dukungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi;
  • Kebutuhan masyarakat terhadap perpustakaan telah berkembang dan menuntut pengelolaan perpustakaan secara profesional dengan menerapkan  standar nasional dan internasional. Untuk itu para pustakawan harus memiliki kompetensi yang memadai tentang pengelolaan perpustakaan yang baik sesuai standar.
  • Kompetensi pustakawan harus dikembangkan berdasarkan standar kompetensi profesi pustakawan  yang telah ditetapkan pemerintah, yang meliputi kompetensi umum, kompetensi inti, dan kompetensi khusus. Untuk pelaksanaannya, PUSTAKA perlu bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, dan organisasi profesi pustakawan.

Materi

1. Peran dan fungsi Pustakawan mendukung penelitian dan pengembangan pertanian

2. Jabatan Funsional Pustakawan: Tantangan dan Peluang

3. Angka kredit_2013 Jabatan Fungsional Pustakawan

4. UU no 43 2007  tentang Perpustakaan dan kompetensi Pustakawan.

5. Mekanisme, Prosedur dan Tata cara penyusunan dokumen serta Pengusulan DUPAK

6. Teknik Perolehan Angka Kredit (Form Dupak : pelaksana, P. lanjutan, penyelia, pertama, muda, Srt tugas limpah), Lampiran Pengajuan DUPAK , Penilaian_DUPAK

7. Pengenalan aplikasi sistem penyusunan dan pengiriman dupak online/elektronik

8. Perkembangan dan Tantangan Perpus Digital_ Kementerian Pertanian

9. Pemanfaatan Milis dan forum pustakawan pustakawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: