Penyuluh dan Widyaiswara mulai melirik perpustakaan digital

Dalam waktu tidak lama lagi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian akan membangun “Cyber Extention” dimana informasi penyuluhan akan banyak dipajangkan dalam website tersebut. Sebagai konsekwensi dari adanya kegiatan tersebut sekarang penyuluh di BPSDMP harus membuat tulisan-tulisan penyuluhan.

Namun sayang di BPSDMP sendiri perpustakaan digitalnya belum terbangun, sehingga beberapa hari yang lalu para penyuluh senior magang di PUSTAKA selama 3 hari untuk belajar bagaimana mencari dan mengenal sumber-sumber informasi terutama yang menunjang tulisan berbau penyuluhan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

Kepada para penyuluh tersebut diberikan materi strategi penelusuran informasi dari media internet, database online dan memanfaatkan berbagai layanan informasi yang disediakan Pustaka, seperti informasi terbaru, informasi terseleksi dan penelusuran yang kesemuanya memanfaatkan sarana email dan browse.

Selain penyuluh di Pusat, Pustaka juga pada hari Rabu, 30 Juni 2010 mendapat kunjungan dari Balai Pelatihan Pertanian Jawa Barat sebanyak 17 orang yang terdiri atas para widyaiswara dan pegawai Bapeltan Jawa Barat. Di antara peserta ada yang menanyakan dan mendambakan terbangunnya  jaringan informasi/perpustakaan sampai ke BPP.  Beberapa tahun yang lalu ada isu BPP model, namun ternyata tidak dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan. sayang ya …………..

Penulis juga pernah menanyakan hal serupa kepada para penyuluh di daerah. Namun mau apa dikata sarana mereka sangat terbatas. Menurut mereka fasilitas untuk mengakses internet saja tidak tersedia, bahkan seringkali mereka untuk demo di hadapan petani saja harus menyewa infokus sendiri dan untuk mengakses internet mereka harus mengeluarkan kocek sendiri.

Kalau kebanyakan kondisinya seperti ini bagaimana pertanian kita maju ya. Padahal katanya penyuluh itu “agen pembaharu”, “perpanjangan tangan yang mampu menterjemahkan bahasa peneliti menjadi bahasa petani”. Kalau untuk akses internet saja susah diperoleh ya gimana mereka mampu menguasai informasi (literasi informasinya rendah).

Salah seorang peserta juga mengungkapkan kekecewaannya. Dahulu sewaktu unit kerja ini  masih menjadi bagian Departemen Pertanian sering menerima publikasi dari Badan Litbang Pertanian, namun setelah setatusnya menjadi bagian  otonomi daerah, mereka tidak pernah lagi menerima kiriman publikasi dari Balitbang Pertanian.

 

Kepala Bapeltan Jabar sedang menerima buku-buku dari Kepala Bidang Perpustakaan

 

Peserta dari Bapeltan Jawa Barat sedang berdiskusi perpustakaan

 

 

ek

3 Tanggapan

  1. Benar tuh Pak Eka… tapi kayaknya Bapeltan Jambi sudah mulai membenahi diri. Petugas perpustakaannya sudah magang kemaren di PUSTAKA, dan mereka sudah sering ke perpustakaan BPTP Jambi menanyakan masalah pustaka digital. Semoga aja cepat terealisasi…………

  2. saya dengar extention cyber sudah diuat hanya belu lounching, kita tunggu saja.

  3. Cyber extension sudah jadi dan sudah saya link-kan silakan dites, isinya bagus atau tidak silakan dievaluasi untuk materi diseminasi dan repositori perpustakaan kepada pengguna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: