Seminar MySIPISIS Pro

Seminar MySipisis Pro diadakan di Hotel Rian Diani Cipayung Bogor dari tanggal 6-7 Juli 2011.  Seminar mengambil tema ” Menunbuhkan semangat berbagi informasi antar perpustakaan”.  Seminar menampilkan pembicara selain dari Tim MySipisis juga pembicara lain seperti Dr. Ridwan Siregar dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Romi Wahono, pemilik situs ilmukomputer.com dan Dra Lucky MHum (Kepala Perpustakaan Unversitas Indonesia, sekaligus salah seorang pengurus JARDIKTI). Bu Lucky menggantikan Ricke “Oneng” Diah Pitaloka, pengamat perpustakaan dan anggota MPR yang tidak dapat hadir dalam acara tersebut

Pak Romi menguraikan panjang lebar tentang perubahan paradigma yang harus dimiliki oleh para pengelola perpustakaan sekarang ini, sebagaimana kita tahu dahulu kita disebut sebagai generasi library 1.0 sekarang sudah berubah menjadi library 2.0. Demikian juga dalam perkembangan web dari 1.0 menjadi 2.0. Intinya pengelola perpustakaan sekarang dalam mengelola perpustakaan harus berorientasi kepada user.  Oleh karena itu partisipasi user dalam pelayanan perpustakaan harus dipertimbangkan dalam perencanaan pengembangan perpustakaan (untuk memperjelas library 1.0 dengan 2.0 silakan akses di youtube dengan kata kunci library 2.0).

Bu Lucky menjelaskan tentang GARUDA, Garba Rujukan Digital. Suatu aplikasi yang mampu mencari artikel artikel ilmiah di lingkungan terutama JARDIKTI/JARIKNAS.  Jadi kita dapat mencari artikel ilmiah terutama yang dalam negeri kepunyaan perpustakaan UI, UGM, dan perguruan tinggi lainnya. Hanya sayang menurut  Pak Romi link dari Garuda ini sudah banyak yang putus, artinya kalau kita klik hasil penelusurannya banyak yang tidak dapat tampil. Hal ini biasanya sehubungan dengan maintenace / pemeliharaan link sebuah situs. “Membangun lebih mudah daripada Memelihara”.

Aplikasi MySipisis Pro adalah pengembangan aplikasi perpustakaan yang awalnya dipelopori oleh para staf perpustakaan IPB dengan nama Sipisis.  Sipisis dibangun mulai dari versi DOS, versi Windows dan Linux, MySipisis berbasis web dengan database masih menggunakan Winisis, serta versi tebaru MySipisis Pro berbasis web, namun sudah menggunakan MySQL sebagai database koleksinya. MySipisis terbaru ini sudah mengantisipasi perkembangan CDS/ISIS yang  memang sudah tidak kompatibel lagi dengan komputer generasi baru yang menggunakan teknologi 64 bit.  Ini juga yang sudah dirasakan di lingkungan Kementerian Pertanian, dimana para pengelolaan perpustakaannya masih loyal dengan Winisisnya. Sementara dari sisi perkembangan hardware teknologinya terus berkembang pesat. Akibatnya nanti untuk komputer-komputer yang baru diadakan menjadi tidak optimal kinerjanya, kalau masih tetap menggunakan CDS/ISIS , artinya tetap bertahan di 32 bit. NAh …. apabila MySipsis sudah lebih dulu beralih dari CDS/ISIS ke MySQL, masihkah di Kementerian Pertanian perubahan tersebut masih hanya  sekedar wacana? saya kira sudah saatnya kita bergerak membangun model aplikasi kita sendiri yang mampu diterapkan di lingkungan Kemtan.  Tentu saja kita tidak usah bergerak dari nol, ada igloo yang sudah kita kembangkan untuk lingkungan Kemtan, maka penggunaan Senayan untuk kita gabungkan ke dalam aplikasi di lingkungan Kemtan juga bukan merupakan sesuatu yang diharamkan.

Seminar tersebut cukup menarik untuk menambah wawasan kita yang ada di Kemtan. Karena selain mempromosikan MySipisis Pro yang menggunakan teknologi RFID. Mereka juga mendeklarasikan pembangunan Copy Cataloging  yang memudahkan orang membuat katalog buku. Dengan adanya aplikasi copy cataloging ini siapa saja dapat mencontek katalog sebuah buku. Ini akan sangat  dirasakan bagi perpustakaan-perpustakaan yang tidak memiliki tenaga ahli perpustakaan yang mampu mengolah bukunya. Meraka tinggal mengakses alamat http://copycataloging.com , mencari koleksi yang diinginkan, kalau ketemu tinggal meniru kode klasifikasinya…. enakkan??? Tapi tentu saja karena aplikasi ini melibatkan banyak orang, instansi dan jenis klasifikasi (UDC dan DDC), maka aplikasi yang ada memang perlu disempurnakan lagi. Namun biasanya yang sulit kalau melibatkan banyak orang adalah kemungkinan keaktifan lembaga dalam forum tersebut. Arogansi kepentingan kadangkala menjadi faktor penghambatnya. Namun upaya mereka untuk membangun itu perlu diacungi jempol, karena forum seperti itu di luar negeri sudah puluhan tahun yang lalu ada. Dalam seminar itu juga diperkenalkan forum diskusi yang membahas atau ngobrol tentang buku. ya semacam …  jejaring sosial facebook, namun yang ini lebih difokuskan subjeknya tentang buku. Bagi anda yang mau mencoba copy cataging silakan akses http://copycataloging.com, disana kita dapat berlaku sebagai user dan editor katalog dengan terlebih dahulu daftar (registrasi). forum diskusi buku ke alamat http://www.bukuQ.com dan bagi yang mau mengetahui tentang MySipisis Pro lebih rinci, silakan akses http://www.MySipisis.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: