Plagiasi di Negeri Kita

Berulang lagi kasus plagiasi di perguruan tinggi di Indonesia. Dua tahun lalu di ITB, sekarang di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ada 3 dosen yang diduga plagiasi dimana salah satunya dari mahasiswa bimbingannnya. Bagaimana ya ini?? mereka kan simbol kualitas ilmuwan di negeri kita ini. Mereka tingkatannya bukan mahasiswa S1, tapi sudah level tinggi, S3. Kelakuan mereka itu dilihat oleh ilmuwan dunia. Bukan saja akibatnya ke-3 dosen ini diturunkan jabatan dan golongannya, serta digugurkan untuk menjadi guru besar. Namun image bangsa Indonesia ini juga mereka pertaruhkan atau mereka coreng.

Untungkah ketahuan ini?? bagaimana kalau tidak. Semua harus diambil hikmahnya dan tidak terulang seharusnya.

Menurut pemikiran, seharusnya pustakawan punya peran juga dalam menemukan adanya plagiasi ini. Tetapi memang sulit dalam kenyataannya, kalau kita tidak punya perangkatnya.

PT JITB selain menjadi agen ProQuest, juga menjual software anti plagiasi yang dinamakan TRINITIN. demonya dapat dilihat di http://vimeo.com/29172616?autoplay=true . Software ini dapat mendeteksi atas dasar kesamaan kata-kata di dalam beberapa field, seperti judul abstrak, pembahasan. Namun memang syaratnya harus online, supaya bisa menyandingkan dan membandingkan dari beberapa artikel yang ada di web. Kalau tidak online, ya sulit juga melacaknya. Benar pemikirannya Pak Ono tentang konsep copyright dan leftright. Kalau tidak terbuka (yang diketahui dari keberadaannya di media Online), maka kita akan sulit mengetahui apakah tulisan seseorang itu asli atau hasil jiplakan.

Seandaikan semua artikel penelitian, pengkajian, perekayasaan para peneliti, perekayasa, penyuluh dan pustakawan (juga tentunya) kita onlinekan semua, kita akan lebih mudah melacak praktek plagiasi ini.

Seandainya perpustakaan digital dapat terbangun sempurna di semua unit kerja, menurut saya itu sebuah prestasi pula bagi pustakawan. karena itu menjadi indikator kualitas penulis dan tentunya tanggungjawab moral kita semua, sebagai anak bangsa yang tidak ingin menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.

Pustaka
1- Galamedia
2-Kompas.com

(eka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: