Kelebihan SLIMs dibanding Igloo

Eka Kusmayadi

Igloo adalah aplikasi opensource yang oleh pustakawan Kementerian Pendidikan Nasional dikembangkan menjadi SLIMs. Untuk kepentingan otomasi perpustakaan SLIMs sudah cukup dari memadai. Demikian pula untuk kepentingan perpustakaan digital. Igloo memang untuk kepentingan perpustakaan digital dapat digunakan namun masih bersifat polos, artinya di Igloo pengelola perpustakaan tidak bisa mengatur hak akses dari setiap file artikel lengkap yang disiapkan untuk penggunanya, baik pengguna umum maupun pengguna target.

Namun dengan aplikasi SLIMs, pengelola dapat mengatur siapa yang boleh mengakses artikel lengkap dan siapa yang tidak boleh. Demikian juga dengan pengaturan hak pengelolaan sistem. Pengelola perpustakaan dapat menjadi seorang administratur sistem dan dapat mengatur para staf perpustakaan siapa yang boleh mengentri database, mengubah sistem, dan sebagainya dengan cara membagi-bagi kelompok pengelola sistem.

Selain itu, untuk efisiensi tempat kadangkala pengelola harus menyimpan file artikel lengkap yang disebabkan file tersebut sudah ada, misalnya di web UK atau UPTnya. Dengan demikian, kita tidak usah menyimpan file tersebut tetapi cukup me-LINK-kan saja dengan file tersebut. Jelasnya bibliografinya ada di database koleksi, tapi file artikel lengkapnya ada di tempat lain. Pada Igloo fasilitas link seperti itu tidak ada, tetapi di SLIMs tersedia.

 

2 Tanggapan

  1. Terima kasih atas share informasinya, tlah menambah wawasan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: