Pelatihan Preservasi Koleksi Perpustakaan di Jepang

Sebagai tindak lanjut pelatihan preservasi koleksi perpustakaan oleh pegawai PUSTAKA di Perpustakaan Nasional pada TA 2012, khususnya pendalaman tentang laminasi koleksi tua atau antiquariat (rarebook). Maka pada TA 2013, PUSTAKA mencoba menghubungi Perpustakaan Nasional Jepang (National Diet Library) dan Perpustakaan Nasional Belanda. Kebetulan Badan Litbang masih memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk melakukan pelatihan di luar negeri. Namun ternyata pihak NDL lebih memberikan respon, yang kemudian pihak Litbang menindak lanjuti dengan membuat jadwal pelatihan di bidang Preservasi dan Konservasi koleksi perpustakaan selama satu minggu. Walaupun jadwalnya mengalami perubahan karena kesiapan NDL yang tadinya akan dilaksanakan Juni mundur menjadi bulan Oktober-Nopember 2013.
Banyak hal yang bisa dipetik pelajaran dan dapat diaplikasikan di Perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian dari pelatihan ini, antara lain :
– Budaya bersih pada setiap individu ternyata banyak membuahkan kemudahan khususnya terhadap perawatan lingkungan perpustakaan dan perawatan koleksi perpustakaan.
– pemerintah jepang begitu besar penghargaan terhadap sejarahnya. NDL, perguruan tinggi, kementerian pertanian, perikanan dan kehutanan dan swasta sudah begitu memperhatikan masalah preservasi dan konservasi.
– Mereka menggunakan teknologi tinggi, namun juga kreatif menggunakan teknologi tepat guna dalam mengupayakan preservasi. Contoh alat dari bambu masih mereka gunakan, alat pengepress dari kayu juga masih mereka gunakan.
– Mereka sangat memperhatikan masalah privasi seseorang, sehingga lingkungan perpustakaan dibuat supaya pengguna tidak terganggu walaupun oleh aktivitas pegawainya. Apalagi oleh orang lain. Contohnya pengunjung perpustakaan tidak boleh ribut, tidak boleh mengambil foto di ruang publik dan bicara-pun harus pelan. Kita bagaimana?
– Pemerintah dan swasta sudah sangat memperhatikan preservasi dapat dilihat banyaknya jenis kertas yang tersedia dan pernak-pernik kelengkapan wadah tempat penyimpanan koleksi tua, semua tersedia dari dalam negeri. Kertas tisue yang mereka sebut washi banyak ragamnya (RK).
– Kepedulian ramah lingkungan sangat diperhatikan. Dalam upaya preservasi dan konservasi mereka sudah sangat menghindari penggunaan bahan kimiawi. pewarna mereka buat dari kulit buah, rumput, buah cengkeh yang sudah dikeringkan dan dibuatkan menjadi pewarna kertas untuk menambal kertas tua yang rusak.
– dan masih banyak lainnya.

ori2ek

Satu Tanggapan

  1. mantap sekali pelatihannya, jadi pengen ngikut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: