Kiat penelusuran ………..

Selanjutnya dikemukakan bahwa penggunaan sumber informasi ditentukan oleh berbagai karakteristik, diantaranya: umur, latar belakang pendidikan, jabatan yang berarti pula menunjukkan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, memilih media dan memanfaatkan informasi yang diperolehnya.

Peneliti dengan karakteristiknya yang berbeda akan berbeda pula dalam memanfaatkan informasi. Disamping itu kegunaan informasi tidak hanya menyangkut topik yang berhubungan, tetapi juga mengenai kualitas informasinya, kemutakhirannya, kepentingan pengguna dan kredibilitasnya. Tingkat kredibilitas sumber informasi sangat tergantung pada tingkat kemanfaatan informasi bagi pengguna, kemampuan memecahkan masalah dan penyampaian yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Penelusuran informasi dalam rangka kegiatan penelitian dan penulisan karya ilmiah dilakukan atas dasar kenyataan bahwa pada dasarnya suatu karya ilmiah hampir tidak pernah berdiri sendiri, selalu saling berkaitan dengan literature atau informasi yang ada sebelumnya (Smith, 1981). Hampir setiap kemajuan dalam suatu penelitian didasarkan pada hasil penelitian sebelumnya.

Soehardjan (1995) mengemukakan bahwa dalam menyusun rencana penelitian, langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah menghimpun dan mempelajari artikel primer dan sekunder yang dihasilkan oleh peneliti lain sebagai data untuk memperoleh peluang dalam upaya menghasilkan temuan baru. Tujuan akhirnya adalah pengembangan ilmu dan teknologi, karena itu setiap peneliti berkewajiban menyebarluaskan hasil penelitiannya.

Jenis-Jenis Informasi Ilmiah

1. Sumber Informasi Primer

Status suatu perpustakaan/pusat informasi secara dominan menentukan jenis-jenis informasi yang dikelolanya, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan informasi penggunannya. Perpustakaan perguruan tinggi sesuai dengan sifat dan kapasitas pelayanan serta kebutuhan penggunannya lebih banyak mengembangkan sumber informasi yang berupa buku, terutama buku teks. Perpustakaan khusus semacam perpustakaan balai penelitian dan balai pengkajian, demikian juga PUSTAKA lebih fokus mengembangkan sumber informasi yang berupa jurnal ilmiah sesuai kebutuhan utama informasi para peneliti, pengkaji, dan pembuat kebijaksanaan.

Berbeda daripada buku, jurnal ilmiah memuat informasi ilmiah mutakhir, terutama hasil-hasil penelitian dan percobaan serta perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang aktual. Kalaupun yang berupa buku, cenderung yang memuat uraian atau konsep-konsep ilmiah mutakhir hasil pembahasan dalam suatu simposium, seminar, workshop, kongres, pertemuan ilmiah. Sumber informasi ini berupa prosiding atau kumpulan makalah.

Dalam hal informasi ilmiah mutakhir yang dimuat dalam jurnal, PUSTAKA sebagai pusat informasi pertanian bagi peneliti dan pengkaji serta balai-balai penelitian dan pengkajian telah berupaya mengembangkan informasi baik dengan cara permintaan cuma-cuma, pertukaran literature, maupun pembelian/langganan. Hasil permintaan gratis berupa berbagai macam literatur yang sebagian besar terbitan Indonesia, sedangkan hasil pertukaran sebagian besar terbitan lembaga-lembaga penelitian institusi pertanian luar negeri. Jumlahnya mencapai lebih dari 200 judul.

Lain halnya literatur hasil permintaan dan pertukaran, jurnal ilmiah hasil pembelian/langganan lebih fokus dalam bidang pertanian yang lebih spesifik. Judul-judul yang dilanggan merupakan hasil seleksi yang ketat baik dilihat dari segi isi pokok subjek maupun yang dikaitkan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Untuk mengatasi kendala-kendala dalam langganan jurnal tercetak, PUSTAKA mengalihkan sebagian besar jurnal yang dilanggan kepada jurnal elektronik naskah lengkap (fulltext) baik yang berupa CD-ROM maupun melalui internet. CD-ROM fulltext yang telah dilanggan adalah TEEAL (The Essential Electronic Agricultural Library) terbitan Cornell University berisi 131 jurnal dan 14 judul publikasi FAO. Basisdata fulltext lainnya adalah ProQuest dari University Microfilm, Ann Arbor, Michigan. Basisdata ini memuat 210 judul jurnal ilmiah yang dapat diakses melalui online. Ditambah dengan 30 judul jurnal tercetak, koleksi jurnal ilmiah yang selama ini disediakan untuk melayani kebutuhan informasi para peneliti, pengkaji, pembuat kebijaksanaan dan ilmuwan lain dalam bidang pertanian adalah sejumlah 371 judul jurnal.

Selain jenis jurnal dan buku tersebut, di perpustakaan penelitian lazim terdapat kepustakaan “kelabu” (grey literature) yang intensitas penggunaanya cukup tinggi. Menurut Rifai (1996) sumber atau penerbit kepustakaan kelabu ini adalah lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, organisasi profesi ilmiah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Produk lembaga-lembaga tersebut berupa aneka laporan survai, kemajuan penelitian laboratorium, telaahan staf, kumpulan hasil survai / kajian, hasil uji coba suatu perlakuan, kumpulan hasil rapat kerja, serta kumulasi data mentah. Penyebaran atau sosialisasi kepustakaan macam ini tidak terkait kegiatan komersial, sirkulasinya terbatas dalam lingkup tertentu saja sehingga tidak akan ditemukan di lingkungan perdagangan, juga tidak memerlukan registrasi sistem penerbitan nasional. Melihat batasan cara penerbitannya, maka skripsi, thesis, dan disertasi pun dapat dimasukkan dalam kelompok jenis kepustakaan ini.

Dengan memahami tentang jenis, kandungan informasi, cara penerbitan dan sirkulasinya, maka Geffner et al. (1988) dalam Widharto (1997) membuat batasan bahwa kepustakaan kelabu adalah kepustakaan yang tidak diterbitkan melalui saluran konvensional seperti penerbit biasa, toko buku dan lain-lain, karena itu dalam beberapa hal sulit untuk diperoleh.

Pengelola informasi / perpustakaan memahami pentingnya jenis kepustakaan semacam itu, apalagi banyak tuntutan pengguna terutama dari peneliti yang membutuhkannya. Demi memenuhi kebutuhan informasi penggunanya, beberapa perpustakaan berupaya keras memonitor dan mengumpulkan kepustakaan kelabu tersebut melalui berbagai cara pengumpulan dan sistem informasi yang selama ini digunakan.

2. Sumber Informasi Sekunder

Dalam pengertian perpustakaan / informasi yang dimaksud informasi sekunder adalah sekumpulan informasi berupa data bibliografis yang dikutip dari informasi primer dengan tujuan untuk mempermudah pencarian kembali (retriveral) dan penelusuran sejumlah informasi primer yang berupa artikel majalah atau buku-buku. Sumber informasi sekunder dapat berupa indeks, bibliografi, abstrak, daftar tambahan koleksi, atau katalog.

Contoh : Indeks tercetak adalah “Indeks Biologi dan Pertanian Indonesia”

Abstrak tercetak adalah “Abstrak Hasil Penelitian Pertanian Indonesia”

Bibliografi contohnya antara lain “Bibliografi Pertanian Organik:”

Selain yang tercetak seperti tersebut diatas, telah banyak pula disediakan sumber informasi sekunder elektronis, seperti :

· CAB Abstracts (CD-ROM) yang diterbitkan oleh Centre for Agriculture and Biosciences International (CABI), Inggris.

· AGRICOLA (on-line) yang merupakan basis data pertanian yang dikelola Nasional Agricultural Library, USDA, berisi indeks yang dilengkapi abstrak dari 835 judul jurnal ilmiah.

· CD-ROM AGRIS yang memuat data bibliografis dari publikasi/ terbitan ilmiah negara-negara anggota FAO seluruh dunia sejak tahun 1974. Dalam bibliografi elektronis ini banyak dimuat kepustakaan kelabu ( grey literature)

· CD-ROM CARIS berisi data bibliografi judul-judul kegiatan penelitian yang sedang berjalan (on-going research). Data dikumpulkan dari negara-negara anggota FAO seperti halnya AGRIS

· Kumpulan Berita Indonesi (KBI), memuat kliping full-text bidang pertanian dalam arti luas yang dikutip dari 22 judul surat kabat nasional dan daerah serta 22 judul majalah berbahasa Indonesia yang telah banyak dikenal pembaca dan sering memuat artikel/berita bidang pertanian

· TROPAG & RURAL. TROPAG diterbitkan oleh KIT (Koninklijke Institute voor de Tropen), The Netherland yang untuk wilayah Asia-Pasifik dikelola oleh iGroup Asia, Hongkong.

Permasalahan Penelusuran

Sarana dan sistem penelusuran semakin berkembang dengan terjadinya kemajuan teknologi di bidang informasi dan telekomunikasi. Sebagai contoh semakin beragamnya aplikasi penelusuran, berkembangnya penggunaan internet dan teknologi penyimpanan informasi pada perpustakaan atau lembaga informasi. Di Indonesia, walaupun baru sekitar 2 % penggunanya, keberadaan media internet sudah diterima oleh masyarakat dan menjadikannya pusat informasi yang dapat diakses dari manapun tanpa mengenal ruang dan waktu. Dalam teknologi penyimpanan informasi terlihat dari berkembangnya berbagai media informasi, seperti hardisk, disket, flashdisk, CD-ROM, DVD, Optical disc dan sebagainya.

Gejala perkembangan kebutuhan informasi dan teknologi penyimpanan informasi, dalam konteks pencarian informasi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Di satu pihak, orang membutuhkan informasi yang sesuai dan berguna baginya, dan di pihak lain teknologi informasi mengemas informasi yang dibutuhkan. Meskipun perkembangan dua pihak ini memiliki kemajuan yang sama namun untuk menjembatani keduanya terkadang sangat sulit.

Seringkali orang ingin mencari informasi, namun tidak mengetahui dimana tempat informasi tersebut tersimpan. Bahkan, ketika seseorang mengetahui tempat penyimpanan informasi, segera muncul permasalahan lain bagaimana menemukan atau menelusur informasi tersebut secara efektif dan efisien.

Selain itu sering pula ditemukan kegagalan dalam melakukan pencarian informasi. Menurut Sulistyo-Basuki (1999), kegagalan utama dalam sistem simpan dan temu kembali berkaitan dengan kriteria unjuk kerja yaitu perolehan dan ketepatan. Kekeliruan dapat terjadi dalam bahasa dokumenter (misalnya kamus yang digunakan), deskripsi isi, prosedur penelusuran, interaksi sistem dengan pemakai, pemanfaatan alat telusur, serta kesalahan manusia. Kegagalan karena kurang memanfaatkan alat telusur biasanya tidak terlalu serius. Kegagalan ini dapat bersumber kepada peralatan atau cara menggunakannya. Namun kegagalan yang menyangkut keputusan pemakai serta interaksinya dengan sistem lebih serius dan lebih sulit dibenahi.

Dengan demikian, isu yang tidak kalah menarik dalam era informasi ini adalah strategi penelusuran informasi yang tepat sehingga mendapatkan informasi atau dokumen yang relevan dari tempat penyimpanan informasi atau basisdata. Dengan kata lain adalah bagaimana strategi yang harus diterapkan seorang penelusur agar informasi yang diperlukan dapat disediakan dalam waktu yang singkat dan informasi yang diperolehnya mempunyai nilai relevansi yang tinggi.

Permasalahan yang ditemui dalam temu kembali informasi dapat terjadi pada komponen penyediaan dokumen, sistem yang digunakan dan pengguna informasi. Permasalahan tersebut antara lain :

· Apabila dilakukan secara manual, untuk mendapatkan dokumen atau informasi yang diinginkan memerlukan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu penelusuran secara elektronik dapat dijadikan alternatif untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat.

· Namun dalam pencarian secara elektronik terdapat beberapa kelemahan antara lain tidak dapat membedakan arti suatu kata secara spasifik, terutama untuk homonim (sinonim dan homograf).

· Selain itu diperlukan pengetahuan terhadap sistem, terutama adaptasi terhadap software yang digunakan, sehingga memerlukan pemahaman secara mendetail tidak saja terhadap subjek, tetapi juga terhadap sistemnya,

· Tidak semua pemakai atau pencari informasi mengerti pemanfaatan logika boolean.

Oleh karena itu strategi dalam pencarian informasi terutama secara elektronik sangat diperlukan, sehingga apa yang dilakukan oleh penelusur dapat sesuai dengan yang diinginkan.

Kiat penelusuran informasi melalui Off-line dan On-Line.

Penelusuran informasi ilmiah dapat dilakukan secara offline dengan menggunakan alat telusur manual atau elektronis dan online menggunakan internet. Penelusuran dengan menggunakan alat telusur komputer dianggap lebih cepat dibandingkan cara-cara manual. Namun tetap saja apabila penelusuran menggunakan komputer tidak dengan disertai pengetahuan terhadap teknik dan sistem, maka hasil penelusurannya akan tidak memuaskan. Penelusuran sebaiknya dilakukan oleh pencari informasi sendiri secara langsung, karena sifat subjektifitas dari kebutuhan informasi dan penguasaan terhadap subjek yang dibutuhkan. Hal tersebut didukung pula oleh Sulistyo-basuki (1999).

1. Penelusuran Menggunakan CD-ROM (Offline)

(CAB Abstracts, AGRIS, AGRICOLA, TROPAG & RURAL,TEEAL)

Sampai saat ini PUSTAKA telah memiliki beberapa CDROM yang berisi informasi bibliografis dan literatur lengkap (fulltext). CDROM yang hanya memuat data bibliografis antara lain CAB with Abstracts, AGRIS, AGRICOLA, TROPAG & RURAL, statistik Indonesia (BPS) serta yang berisi literatur / artikel-artikel majalah/jurnal lengkap hingga dapat dibaca penuh dan dicetak langsung oleh pengguna. Journal of Biological Chemistry dan TEEAL (The Essential Electronic Agricultural library).

CAB ABSTRACTS

CD-ROM CAB Abstracts merupakan salah satu dari produk CABI ( Center for Agriculture and Biosciences International). CDROM ini berisi pangkalan data bibliografis yang meliputi literatur-literatur hasil penelitian dan pengembangan bidang pertanian, kehutanan, kesehatan dan gizi manusia, veteriner serta manajemen dan konservasi sumber daya alam.

Artikel diseleksi dari tulisan-tulisan asli yang dikumpulkan dari seluruh dunia dan yang diterbitkan dalam lebih dari 75 bahasa. Sebanyak dua puluh enam persen (26%) penerbit berasal dari Inggris dan didominasi oleh artikel berbahasa Inggris (67%). Setiap tahunnya 150.000 cantuman ditambahkan ke dalam CD-ROM abstrak ini. Sumber data diperoleh dari jurnal atau publikasi seri, prosiding hasil seminar/konferensi, buku-buku, thesis, laporan tahunan, serta paten dan standard.

AGRIS

AGRIS yang dibangun oleh FAO pada tahun 1974 dimaksudkan sebagai fasilitas pertukaran informasi dan untuk mengidentifikasi literatur-literatur di seluruh dunia yang berkaitan dengan aspek pertanian. Ada 161 negara dan 31 pusat internasional/pemerintahan anggota PBB yang ikut ambil bagian dan mengajukan sekitar 14.000 item tiap bulannya.

AGRICOLA

AGRICOLA ( Agricultural Online Access) adalah pangkalan data bibliografi dari literatur-literatur bidang pertanian yang dikoleksi oleh NAL ( National Agricultural Library, USDA) dan kelompoknya. AGRICOLA diproduksi mulai tahun 1970, yang mencakup bahan-bahan dalam segala format. Isi CDROM AGRICOLA semula hanya berupa data biliografis. Sekarang sudah ada yang fulltext dan dari jurnal-jurnal mutakhir yang meliputi publikasi dan sumber informasi di semua aspek bidang pertanian dan ilmu terapan, termasuk animal dan veterinary sciences, entomologi, plant sciences, kehutanan, perikanan, farming dan farming systems, ekonomi pertanian, penyuluhan dan pendidikan, pangan dan gizi manusia, serta earth and environmental sciences. AGRICOLA sekarang menyediakan pula fasilitas penelusuran (search) melalui on-line. USDA berisi indeks yang dilengkapi abstrak dari 835 judul jurnal.

TROPAG & RURAL

Pangkalan data TROPAG & RURAL berisi abstrak dari literatur-literatur berkaitan dengan area pengembangan pertanian di negara-negara Afrika, Asia, Pasifik, dan Amerika. CDROM ini mencakup lebih dari 5.000 jurnal dan literatur yang sesuai pada bidang pertanian, budidaya tanaman, peternakan, makanan ternak, kehutanan, pasca-panen, farming systems, dan manajemen lingkungan di daerah tropik. Cakupan tahun terbit literatur yang dihimpun sejak tahun 1975. Selain itu, tulisan-tulisan bidang sosial dan ekonomi pada area pedesaan di negara-negara berkembang juga tercakup mulai tahun 1985. CD-ROM Tropag and Rural dikelola dan diterbitkan oleh KIT, Netherland. Dalam CD-ROM ini tercakup subjek-subjek tentang pertanian, peternakan, kehutanan, pasca panen, farming system dan pengelolaan lingkungan di daerah tropis. Cakupan tahun yang ada adalah tahun 1972 sampai dengan 2004. Basisdata ini memuat bibliografi atau judul-judul artikel hasil penelitian yang dilengkapi dengan abstraknya

Menurut Harter (1986), ada 24 hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penelusuan dengan menggunakan CD-ROM. Namun dalam kesempatan ini akan diuraikan 4 hal penting yang perlu diperhatikan dalam penelusuran, yaitu 1) pengetahuan terhadap penggunaan bahasa (terkendali dan alamiah), 2) prinsip dasar penggunaan bolean, truncation dan sintak lainnya, 3) pemahaman terhadap struktur basisdata dan 4) karakteristik dari basisdata dalam CD-ROM yang akan digunakan.

Karakteristik basisdata berhubungan dengan cakupan waktu, wilayah, subjek, penggunaan bahasa, ketersediaan fasilitas, jenis publikasi dan aksesibilitas.

2. Penelusuran pada Internet (Online)

Internet adalah network dari network. Internet mempunyai sifat : global, tidak dikendalikan oleh perorangan, organisasi atau Negara tertemntu, dapat digunakan untuk mentransfer semua jenis data yang berbentuk digital, mudah diakses, dan menyediakan berbagai jenis layanan dari yang sifatnya bebas (free) sampai dengan yang harus mengikuti prosedur tertentu. Pada internet terdapat berbagai fasilitas yang dapat digunakan seperti e-mail, news, remote login, FTP, usenet atau listserve.

Penelusuran dengan menggunakan internet dapat dilakukan dengan berbagai
cara antara lain :1) browsing, 2) FTP (File Transfer Protocol), 3) masuk langsung ke alamatnya (URL), dan 4) menggunakan search engine (robot).

Browsing dilakukan dengan cara mengikuti urutan informasi tertentu (sesuai kategori). Pada umumnya cara ini dilakukan oleh para pengguna awal yang belum atau jarang memanfaatkan internet. Cara ini akan memakan waktu dan membutuhkan biaya pulsa cukup besar. Oleh karena itu cara ini jarang digunakan oleh pengguna lanjutan atau terampil.

FTP atau file transfer protocol adalah salah satu fasilitas pemindahan file dari satu lokasi oleh pengguna. Pengguna yang akan mengambil file biasanya telah mengetahui terlebih dahulu dengan jelas lokasi keberadaan file tersebut. Begitu juga dengan cara ketiga, langsung masuk ke alamat jelasnya (URL), seorang pengguna harus terlebih dahulu mengetahui dengan jelas URL suatu situs. Terdapat dua jenis penggunaan basisdata dengan cara ini, yaitu penyedia infomasi secara bebas memberikan informasinya kepada pengguna baik untuk melihat, ataupun mendownloadnya, misalnya situs PUSTAKA. Namun banyak pula penyedia informasi yang mengharuskan penggunanya menjadi anggota, sehingga akan mendapatkan ID dan password yang harus dimasukkan saat login.

Cara keempat menggunakan search engine atau robot. Terdapat banyak search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet. Perbedaan robot ini terletak pada sistem algoritmanya, oleh karena itu maka hasil penelusuran dengan menggunakan robot yang berbeda akan menghasilkan item yang berbeda pula, contoh robot ini adalah yahoo, google, infoseek, hotbot, altavista, lycos, excite dsb.

Penutup

Informasi dibutuhkan diantaranya untuk mencari arti sesuatu, mengatasi ketidakpastian, mengetahui cara melakukan atau cara kerja sesuatu. informasi akan membantu dirinya mempermudah membuat keputusan, dan merupakan pengetahuan yang dipih dalam memecahkan suatu masalah.

Keberhasilan penelusuran ditentukan oleh karakteristik pengguna seperti umur, latar belakang pendidikan, jabatan yang berarti pula menunjukkan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dan karakteristik sumber informasi yang akan digunakan, seperti cakupan waktu, wilayah, subjek dan sebagainya.

Kegagalan penelusuran karena kurang memanfaatkan alat telusur biasanya tidak terlalu serius. Kegagalan ini dapat bersumber kepada peralatan atau cara menggunakannya. Namun kegagalan yang menyangkut keputusan pemakai serta interaksinya dengan sistem lebih serius dan lebih sulit dibenahi. Oleh karena itu penguasaan terhadap sistem dan penelusuran yang dilakukan sendiri sangat dianjurkan.

Daftar Pustaka

Andriani, Jusnia (2003). Studi kualitatif mengenai kriteria menyitir dokumen : kasus pada beberapa mahasiswa Program Pascasarjana IPB. Jurnal Perpustakaan Pertanian 12(1)

Ballantyne, Peter (1991). Managing of the flow of scientific information for Agricultural Research in small countries : a issues paper. ISNAR, The Haque.

Chowdurry, G.G. (1999). Introduction to modern information retrieval. London : Library Association Puiblishing.

Harter, S.P. (1986) Online information retrieval. : concept, principles and techniquest. Library and information science series. Los Angeles : universityof California.

Rifai, M.A. (1996). Penanganan kepustakaan kelabu, bidang ilmu dan teknologi Indonesia. Makalah pada Lokakarya Nasional Dokumentasi dan Layanan Informasi Kelabu, PDII-LIPI, Jakarta.

Sulistyo-Basuki (1991). Pengantar ilmu perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Suryantini, Heryati (2004). Pemanfaatan informasi teknologi pertanian oleh penyuluh pertanian : kasus di Kabupaten Bogor. Jurnal Perpustakaan Pertanian 13(1)

Widharto (1997). Penanganan dan cara mengakses kepustakaan kelabu (grey literature) IPTEK di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Petanian (61).

Zaenab, Ratu Siti (2002). Efektifitas temu kembali informasi dengan menggunakan bahasa alami pada CD-ROM AGRIS dan CAB Abstract. Jurnal Perpustakaan Pertanian 11(2).

4 Tanggapan

  1. […] PDF File Name: Kiat penelusuran ……….. | forum pustakawan Source: fpdp.wordpress.com » DOWNLOAD « […]

  2. […] PDF File Name: Kiat penelusuran ……….. | forum pustakawan Source: fpdp.wordpress.com » DOWNLOAD « […]

  3. […] PDF File Name: Kiat penelusuran ……….. | forum pustakawan Source: fpdp.wordpress.com » DOWNLOAD « […]

  4. […] PDF File Name: Kiat penelusuran ……….. | forum pustakawan Source: fpdp.wordpress.com » DOWNLOAD « […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: