Mengenal AGRIS dan CARIS

SEKILAS AGRIS DAN CARIS

AGRIS

Apakah AGRIS itu ?

AGRIS (The International Information System for Agricultural Sciences and Technology) diprakarsai oleh FAO pada tahun 1974, untuk bersama-sama mengumpulkan, menyimpan serta menyebarkan informasi mengenai literatur pertanian dunia sehingga dapat diakses dari manapun juga.

Mengapa perlu mempelajari pengolahan informasi dengan metode AGRIS ?

Kemampuan mengolah informasi dengan metode AGRIS memberi peluang bagi pustakawan untuk turut serta mengolah informasi yang dihasilkan oleh instansi induknya masing-masing dan mengirimkan datanya ke PUSTAKA untuk diteruskan ke Pusat Internasional AGRIS, sehingga dapat diakses oleh semua yang memerlukan baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemampuan tersebut akan memungkinkan terwujudnya kerjasama jaringan informasi nasional dan internasional yang lebih sempurna.

Bagaimanakah tahapan pengolahan AGRIS ?

Pengolahan AGRIS terdiri dari 4 tahap: (1) seleksi bahan pustaka, (2) deskripsi bahan pustaka/informasi, (3) klasifikasi bahan pustaka/informasi, (4) menentukan kata kunci bahan pustaka/informasi, (5) mengedit/membuat abstrak

Apakah kriteria bahan pustaka/informasi yang dapat ketentuan AGRIS ?

* Informasi mengenai pertanian yang diterbitkan di Indonesia

* Informasi serupa dengan cakupan FAO yaitu pertanian secara luas yang dikelompokkan ke dalam kategori dan sub-sub kategori menurut pengelompokan AGRIS/CARIS Categorization Scheme instruction book, untuk penentuan kategori subyek, AGROVOC: Multilingual Agricultural Thesaurus untuk penentuan kata kunci, serta Guide to indexing for AGRIS and CARIS sebagai pedoman pengindeksan.

* Informasi tersebut ada dan tersedia bilamana sewaktu-waktu diperlukan

* Ketentuan artikel majalah yang diolah paling tua berumur 6 bulan terhitung dari waktu penerbitan, dan yang diolah monograf, paling tua berumur 2 tahun terhitung dari waktu penerbitan

CARIS

Apakah CARIS itu ?

Curent Agricultural Research Information System (CARIS) merupakan jaringan kerjasama informasi yang memberikan informasi tentang kegiatan penelitian yang sedang dilaksanakan (on going research) oleh peneliti/ilmuwan atau lembaga ilmiah dari negara yang berpartisipasi dalam jaringan informasi CARIS.

CARIS dibentuk pada tahun 1975 oleh FAO untuk mengidentifikasi dan menyediakan fasilitas pertukaran informasi tentang proyek/kegiatan penelitian pertanian terbaru yang sedang dilaksanakan di negara berkembang. Hingga Juli 2003, tercatat ada 132 pusat nasional yang berpartisipasi dalam jaringan informasi CARIS.

Apakah keuntungan kerjasama pertukaran CARIS?

Kerjasama pertukaran informasi dalam jaringan CARIS membuka kesempatan bagi peneliti untuk dapat berkomunikasi dengan peneliti di negara lain dan dapat mempopulerkan hasil karyanya di dunia internasional. Melalui CARIS, setiap kegiatan penelitian pertanian yang sedang dilaksanakan di negara peserta dapat diakses, dan diharapkan bahwa perancangan penelitian yang lebih baru akan mempertimbangkan penelitian yang telah lampau yang sedang dilaksanakan di mana pun, sehingga duplikasi penelitian dapat dihindari.

Bagaimana prosedur pengumpulan informasi penelitian untuk CARIS ?

* PUSTAKA melakukan pengumpulan dan pengolahan informasi kegiatan penelitian yang sedang dilaksanakan di Indonesia dengan mengumpulkan Rencana Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP) baru dari lembaga-lembaga penelitian bidang pertanian lingkup Badan Litbang Pertanian karena keterbatasan dana dan waktu.

* Informasi tentang kegiatan penelitian/pengkajian yang sedang dilaksanakan diolah secara sistematik sesuai dengan kaidah dan pedoman pada CARIS input pack: instruction book, AGRIS/CARIS Categorization Scheme untuk penentuan kategori subyek, AGROVOC: Multilingual Agricultural Thesaurus untuk penentuan kata kunci, serta Guide to indexing for AGRIS and CARIS,untuk pengindeksan.

Apa Manfaat CARIS ?

* Sebagai sarana untuk membantu negara anggota FAO dalam menghasilkan dan memelihara sumber informasi keahlian (expertise)

* Untuk mengetahui informasi kegiatan penelitian yang sedang dilakukan di setiap negara anggota CARIS

* Memungkinkan peneliti dapat saling berkomunikasi satu sama lain karena informasi tentang nama dan bidang spesialisasi peneliti, nama instansi, tempat penelitian dilaksanakan serta alamatnya dapat ditemukan di dalam pangkalan data CARIS

* Meningkatkan kerjasama antar negara anggota jaringan informasi CARIS

Apa Perbedaan Dan Persamaan Antara AGRIS dan CARIS?

* AGRIS menghimpun data bibliografi hasil-hasil penelitian, yang bertujuan menginformasikan hasil penelitian yang pernah dilakukan orang.

* CARIS menginformasikan data penelitian yang sedang dilaksanakan

* AGRIS dan CARIS bertujuan untuk menghindari duplikasi penelitian

Penulis : Anonim, Pustaka 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: