Apresiasi dan Sosialisasi Peraturan Kepustakawanan untuk Pustakawan Lingkup Kementan

Acara dilaksanakan di Gedung A Lantai 7 Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Kegiatan diikuti oleh 67 orang fungsional pustakawan dan 8 orang calon pustakawan dari berbagai instansi Lingkup Kementerian Pertanian dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Subang, Bandung dan Banten. Acara dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr Ir. Muhammad Syakir, M.S.

Yang menjadi narasumber dalam apresiasi tersebut adalah 1) Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan, PNRI (Ibu Kapus, Dra Opong Sumiati, M.Hum), 2) Kepala Badan Litbang Pertanian, 3) Kepala Bidang dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan,4) Kepala Bidang dari Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian BPPSDMP (Bpk Dr. Ir. Bambang Gatut N,. M.Si), dan 5) Ketua Tim Penilai Pustakawan Kementan (Ibu Etty Andriaty).

Adapun materinya meliputi :

  1. Arahan Kepala Badan Litbang Pertanian
  2. Arahan dan Pengembangan Pustakawan Kementan sesuai dengan UU ASN No.5/2014
  3. Implementasi Sertifikasi Pejabat Fungsional Lingkup Kementerian Pertanian
  4. Sosialisasi dan Diskusi Peraturan MenPANRB No.9/2014
  5. Pengelolaan Laporan Kegiatan Pustakawan

12

CPTA di Perpusnas TA 2015

Adianto (BPTP Bengkulu)

Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pustakawan Tingkat Ahli Angkatan XXXV tahun 2015 dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Bapak Drs. Widiyanto, M.Si secara resmi pada tanggal 4 Agustus 2015 jam 09.00 dan dihadiri oleh pejabat struktural Lingkup Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI.

cpta2015

Pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan diklat calon pustakawan tingkat ahli angkatan XXXV tahun 2015 dimasudkan untuk memenuhi kebutuhan pustakawaan sebagai tenaga ahli bidang perpustakaan. Sasaran dari kegiatan ini adalah 30 orang pegawai negeri sipil yang memasuki atau berlatih menjadi pejabat fungsional pustakawan di berbagai perpustakaan pusat maupun daerah dengan persyaratan sekurang kurangnya S1 non perpustakaan.
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pustakawan Tingkat Ahli Angkatan XXXV tahun 2015 dilaksanakan tanggal 4 Agustus s.d. 22 Oktober 2015 bertempat di Hotel Grand City Jl. Pal. Putih Kwitang Senen Jakarta Pusat yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI. Jl Salemba Raya No. 28 A Jakarta Pusat.
Metode Pengajaran :
1. Out Bond (Pembinaan Prilaku di Alam Terbuka)
2. Ceramah dengan tanya jawab
3. Praktek/simulasi
4. Diskusi;
5. Studi Banding
6. Penulisan
7. Seminar
8. Evaluasi
Penilaian :
Setiap pelaksanaan dan pelatihan dilakukan pengamatan dan pemantauan kepada peserta dan pada akhir pelatihan dan pada akhir pelatihan diadakan evaluasi. Bagi peserta yang berhasil mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tata tertib dan diberikan sertifikat. Evaluasi terhadap peserta pendidikan dilakukan oleh pengajar maupun penyelenggara. Evaluasi dilaksanakan pada tiga tahap kegiatan belajar mengajat, yaitu pada awal pendidikan dan pelatihan (pre-test), proses diklat dan akhir dilaksanakan (post test). Dari ke 30 orang peserta yang mengikuti diklat hanya satu orang yang tidak mengikuti diklat sampai akhir dikarenakan urusan keluarga dan dinyatakan tidak lulus.

Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pustakawan Tingkat Ahli Angkatan XXXV tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2015, dan ditutup secara resmi oleh Bapak Drs. Widiyanto, M.Si kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pusat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Mengenal Pembelajaran melalui MOOC

MOOC atau Massive Open Online Course (MOOC) merupakan metode pembelajaran online yang banyak diikuti pengguna internet, dan biasanya disediakan secara gratis. Di Indonesia sendiri saat ini MOOC banyak ditawarkan oleh berbagai perguruan tinggi dengan beragam metode dan platform. Misalnya, Kursus Bahasa Inggris Online, e-Training P4TK Matematika, Kursus Wirausaha Ciputra, dan seterusnya. Sedangkan di luar negeri MOOC lebih dahulu berkembang dan bahkan difasilitasi oleh beberapa perguruan tinggi terkenal seperti Harvard, Stanford, Oxford dan seterusnya. Mungkin kita pernah mendengar Khan Academy, edX courses, Coursera, dan Udacity dan masih banyak lagi. MOOC menjadi salah satu alternatif belajar yang mudah dan murah karena tidak diperlukan biaya dan persyaratan khusus untuk dapat mengikutinya. Kita hanya cukup memiliki email untuk melakukan registrasi dan selanjutnya melakukan aktivitas pembelajaran di dalamnya.

Hasil belajar melalui MOOC ini juga akan didapatkan sebuah sertifikat kelulusan, sebagai tanda keberhasilan atas semua aktivitas belajar yang telah dilakukan. Pada dasarnya, mengikuti MOOC tidak ubahnya seperti mengikuti perkuliahan online biasa, di mana terdapat Syllabus, Module, dan aktivitas pembelajaran seperti penugasan, forum diskusi bahkan praktik pada sebuah labratorium virtual, jika dibutuhkan.

Untuk mengikuti sebuah kursus online, tidak cukup dengan kepiawaian dalam mengoperasikan IT, melainkan dituntut ketekunan, kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap semua rules yang berlaku pada kursus tersebut. Apalagi jika kursus online yang diikuti adalah kursus online dari luar negeri. Tentu dibutuhkan juga kemampuan menggunakan Bahasa Inggris yang baik. Karena materi yang disajikan biasanya sangat berat, terutama jika sudah mengarah ke pemahaman konsep.

Salah satu metode pembelajaran jenis ini juga sudah dapat diikuti di Universitas Terbuka. Anda cukup mengakses  http://moocs.ut.ac.id/ dan registrasi dalam forum tersebut. Ada beberapa materi yang dapat diikuti dan setelah mencapai syarat ketuntasan, kita akan mendapatkan sertifikat dari lembaga penyelenggaranya.

 

moocGambar 1. MOOC di Universitas Terbuka

 

Pembelajaran semacam ini di Indonesia masih jarang yang mengikuti. Padahal kalau kita menyitir salah satu hadist nabi yang menyatakan bahwa “belajar itu tidak boleh berhenti mulai dari lahir sampai dengan masuknya kita ke liang lahat”. Maka pembelajaran semacam ini perlu disosialisasikan lebih banyak lagi. Kita sebagai pustakawan rasanya perlu juga untuk mengetahui hal ini dan akan lebih baik lagi dalam rangka peningkatan kompetensi untuk mengikuti materi yang mungkin cocok dengan bidang kita.

di bawah ini saya cuplikan juga pengalaman seorang guru mengikuti metode ini.

Pengalaman yang saya rasakan saat mengikuti sebuah kursus online untuk topik ajar yang berkaitan dengan bidang mengajar saya, yaitu Jaringan Komputer (kebetulan saya mengajar di SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan). Adalah kursus online Cisco Certified Network Associate yang diadakan oleh Sisco Networking Academy yang beberapa bulan ini sedang saya ikuti melalui situs http://netacad.com. Tujuan utama saya mengikuti kursus ini adalah untuk mengembangkan kemampuan saya dalam membangun, mendesain dan mengelola jaringan komputer. Saya mengikuti kursus ini sebenarnya terjadi secara tidak sengaja, karena sebenarnya kursus ini merupakan bagian dari salah satu mata kuliah pada Program Magister saya, yaitu Internetworking technology.

Sebagaimana MOOC pada umumnya, pada Sisco Networking Academy juga menggunakan bahan pelajaran yang berbasis Web/flash, penilaian sistem online, laboratorium online (simulasi), dengan pelatihan dan dukungan insruktur, serta ujian persiapan untuk memperoleh Sertifikat Standar Industri. Dan Alhamdulillah..seminggu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan Final Exams untuk level 1 dari 4 level yang ada. Meski saya belum berhasil mendapatkan nilai yang sempurna, namun dengan mendapatkan nilai di atas rata-rata, saya merasa itu sudah lebih dari cukup, mengingat begitu susahnya materi dan Exams yang disajikan.

Mengikuti sebuah kursus online (sebagai siswa), sedikit banyak telah menyadarkan saya bahwa belajar dalam sebuah kelas online ternyata tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Bahkan jauh lebih susah dari pada sekedar membuat dan mempersiapkan e-learning (kelas online) untuk siswa kita. Mengingat semua bahan ajar disajikan secara online, maka dituntut ketekunan, kedisplinan (waktu), kemandirian dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mempelajari materi dan melakukan aktivitas (assignment dan quiz) yang disyaratkannya sebelum  mendapatkan sertifikat ketuntasan.

Meski begitu, kita sebagai pendidik profesional yang nantinya dituntut untuk dapat melakukan pembelajaran online, seharusnya berani mengikuti salah satu dari berbagai macam MOOC yang banyak tersedia, yang sesuai dengan bidang kita. Di samping untuk mengupgrade kompetensi kita, dengan mengikuti MOOC ini, kita dapat memahami berbagai suka duka, keluh kesah dan berbagi pengalaman menarik lainnya saat mengikuti kursus online.

Dengan begitu kita bisa berbagi dengan teman, bahkan siswa kita, sekaligus memikirkan hal-hal yang dapat memberi kenyamanan siswa dalam kelas online yang akan kita terapkan pada pembelajaran nantinya.

Demikian sekelumit tentang metode pembelajaran MOOC dan pengalaman seorang guru yang pernah mengikuti program tersebut. Semoga bermanfaat buat kita semua…..Pustakawan Kementan.

(ek)

Seminar dan Workshop Pemasyarakatan Perencanaan Menghadapi Bencana dan Sosialisasi Pedoman Teknis Preservasi Bahan Perpustakaan

20150527_100537

Acara ini dibuka oleh Kepala Pusat Preservasi PNRI, Ibu Sri Sumekar. Kegiatan workshop ini dilaksanakan dua hari,  27 dan 28 Mei 2015 di Auditorium PNRI, Jl Salemba Raya No. 28A Jakarata Pusat. Diikuti oleh peserta sebanyak 200 orang dari berbagai jenis perpustakaan seluruh Indonesia, seperti BPAD, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan khusus kementerian, perpustakaan masyarakat/LSM.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pedoman teknis dalam bidang preservasi bahan pustaka, membangun kesadaran pustakawan akan pentingnya informasi bencana dan memberikan wawasan pustakawan mengidentifikasi bencana dengan memberikan literasi bencana.

Narasumber berasal dari Perpusnas, LIPI, UNPAD dan BNPB. Materi yang disampaikan terdiri atas 1) Kebijakan Perpusnas dalam Menghadapi Bencana (Drs Sri Sumekar, M.Si.), 2) Perencanaan menghadapi Bencana (BNPB), 3) Pengenalan Sumber-sumber Bencana dalam rangka PRB untuk Instansi Pemerintah (Dr. Haryadi Permana), 4) Literasi Bencana (Dr. Hj. Ninis A.D.), 5) Pembasmian Serangga dan Biota/ Konservasi Kuratif Bahan Perpustakaan (M. Ayu Wirayati, M.Ikom), 6) Penjilidan Bahan Perpustakaan (Indah Purwani, S.Sos), 7) Pedoman Teknis Reproduksi Foto (Abdul Wahid, S.Kom), 8) Pedoman Perawatan dan Pemeliharaan Mikrofilm (Jamiat, S.Sos) dan 9) Pembuatan e-book dan standar Alih Media (Tuty Hendrawaty, M.TI).

 

20150528_091324Ibu Ayu sedang menjelaskan pengenalan kerusakan koleksi oleh serangga dan pembasmiannya

Kesimpulan

Pustakawan harus memahami bencana yang dapat merusak koleksi perpustakaan. Dengan demikian, maka upaya Pra Bencana, saat Bencana dan Pasca Bencana harus dapat dikenali dengan baik oleh seorang pustakawan. Upaya tersebut perlu dilakukan terhadap gedung, koleksi, staf perpustakaan, pemustaka, dan upaya kerjasamanya.

untuk yang berminat mendapatkan materi di atas dapat menghubungi pustakawan_deptan@yahoo.com

IMG-20150529-WA0008Peserta dari Kementerian Pertanian yang hadir dalam acara workshop

    (Ek)

Temu Teknis Perpustakaan Digital 2015 di Gowa

Temu teknis ini merupakan kegiatan yang ke-6 kalinya dilaksanakan oleh PUSTAKA dalam rangka pengembangan perpustakaan digital di lingkungan Kementerian Pertanian. Prioritas utama yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah lebih tersosialisaikannya keberadaan aplikasi perpustakaan yang baru, SIMPERTAN, sehingga para pustakawan dan pengelola perpustakaan akan lebih memahami teknis pengelolaan SIMPERTAN ini dengan lebih baik lagi. Yang menarik dari pelaksanaan temu teknis kali ini adalah banyaknya jumlah pengelola dari lingkungan non Badan Litbang Pertanian yang mengikuti acara tersebut dengan baik sampai acara selesai, seperti Ditjen Peternakan (2 orang), Ditjen Hortikultura (2 orang), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SD Pertanian (2 orang), Ditjen Perkebunan (2 orang), Ditjen P2HP (1 orang), Ditjen PSP (1 orang), Badan Ketahanan Pangan (1 orang). Temu teknis dilaksnakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Gowa Makasar dari tanggal 19-22 Mei 2015.
SIMPERTAN merupakan aplikasi terintegrasi yang dibangun tahun 2013. Dengan menggunakan aplikasi ini pengelola perpustakaan dan pemustaka akan diberikan kemudahan dalam memanfaatkannya. Namun masih ada beberapa kendala dalam penerapan aplikasi ini, antara lain aplikasi ini belum mengakomodir koleksi multimedia, koran, dan belum semua pengelola memahami pemanfaatan fitur-fitur, ketergantungan yang tinggi kepada jaringan internet dan listrik, perlu dilakukannya konversi data karena beberapa UK/UPT masih ada yang menggunakan aplikasi senayan, belum memanfaatkan media sosial untuk mengakomodir kegiatan promosi dan komunikasi dengan sesama pengelola.
Kegiatan ditutup oleh Kabid Perpustakaan, Bapak Drs Bambang S, Sankarto, MIM. pada hari Jumat 22 Mei 2015.

Kemas ulang informasi sebagai langkah inovatif layanan perpustakaan

Eka Kusmayadi

 

Pada hari kamis, 30 Oktober 2014, saya mengikuti acara tentang “Kemas ulang informasi sebagai langkah inovatif layanan perpustakaan”. Acara ini merupakan kegiatan Humas Kementerian Perdagangan di bidang perpustakaan, yaitu forum komunikasi pustakawan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar dan dibuka oleh Bapak R. Sudiyatmoko, mewakili Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Kemendag. Kegiatan diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari lingkungan Kemendag dan kementerian lain. Nara sumber berasal dari PDII-LIPI, yaitu Ir. Rochani Nani Rahayu, M.Si (pustakawan madya) dan Ira Maryati, STP (peneliti bidang pusdokinfo).
Beberapa catatan hasil kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan Kemenpan No. 132/KEP/M.PAN/12/2002, yang dimaksudkan dengan kegiatan pengemasan informasi antara lain mengolah data, membuat anotasi, menyusun daftar tambahan bahan pustaka, menyusun bibliografi, indeks, abstrak dan sejenisnya, membuat klipping, bahan penyebaran informasi terbaru dan terseleksi, tinjauan pustaka, dan sebagainya.
2. Kegiatan pengemasan informasi baik pada pustakawan terampil maupun ahli tersebar dalam semua unsur kegiatan, kecuali pendidikan. Unsur kegiatan tersebut yaitu unsur pengorganisasian dan pendayagunaan bahan pustaka/sumber informasi, pemasyarakatan perpustakaan, pengembangan profesi dan pengkajian (hanya untuk pustakawan ahli).
3. Untuk pustakawan terampil, kegiatan pengemasan informasi ada 38 butir, dengan rincian 14 butir (36,84%) untuk semua jenjang, 1 butir(2,63%) untuk pustakawan pelaksana, 12 butir (31,58%) untuk pustakawan pelaksana lanjutan dan 11 butir (28,94%) untuk pustakawan penyelia.
4. Untuk pustakawan ahli, kegiatan pengemasan informasi ada 72 butir dengan rincian 14 butir (19,44%) untuk semua jenjang, 27 butir (37,50%) untuk pustakawan pertama, 21 butir (29,16%) untuk pustakawan muda, 7 butir (9,72%) untuk pustakawan madya dan 3 butir (4,16%) untuk pustakawan utama.
5. Pengemasan informasi dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pemustaka. Oleh karena itu, aspek pengguna menjadi penting untuk diperhatikan dalam kegiatan pengemasan informasi.
6. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengemasan informasi adalah a) penentuan tema, b) pengumpulan bahan, c) analisis konten, d) alihmedia dan e) evaluasi.

7. Tidak semua bentuk pengemasan dapat dilaporkan dalam bentuk aslinya. Hal tersebut disebabkan oleh karena bentuk tersebut tidak ada disebutkan sebagai butir perolehan nilai kredit. Oleh karena itu, bentuk lain dari pada hasil kegiatan dapat dilaporkan dalam bentuk yang bisa diangkakreditkan, misalkan dibuatkan tulisannya dalam bentuk kajian atau laporannya.

TOPIK dalam SIMPETAN DAN SENAYAN

Topik atau dengan kata lain subjek yang digunakan di perpustakaan Kementerian Pertanian mengacu kepada skema agris yang dikeluarkan oleh FAO. Oleh karena itu pada SIMPETAN skema agris ini sudah dimasukkan ke dalam program sehingga apabila operator mengentri data, maka pada field TOPIK/SUBJEK akan tampil daftar subjek yang bersumber dari skema Agris. Hal yang sama juga sebaiknya dilakukan pada aplikasi SLIMs yang digunakan oleh Eselon I lain selain Balitbangtan.
Skema agris atau subjek dalam buku tersebut terdiri atas kelompok subjek, yaitu :
A – Pertanian Umum
B – Geografi & Sejarah
C – Pendidikan, Penyuluhan & Informasi
D –  Administrasi & Legislasi
E – Ekonomi, Pengembangan & Sosiologi Pedesaan
F – Ilmu Tumbuhan & Produksi

H –  Proteksi Tumbuhan
J – Teknologi Pascapanen
K – Kehutanan
L – Ilmu Hewan/Ternak, Produksi & Proteksi
M – Perikanan & Aquaculture
N – Mekanisasi Pertanian
P – Sumberdaya Alam & Lingkungan
Q – Pengolahan Hasil Pertanian
S – Gizi Manusia
T – Polusi
U – Metodologi

Secara detail dapat dibaca pada buku skema-agris (download)  ini.